Kota Cirebon Kota Cerbon, kota kang ning pinggir laut Tapal wates, Jawa Tengah Jawa Barat Pungpung urip, sedurunge tekan maut Sing akeh, puji dzikir nggo akherat
Kota Cerbon, kumpulane para wali Kang wis padha semeren ning Gunung Jati Pungpung enom, kudu ngulati pangerti Agama, Islam wajib denanuti
Dalam bahasa Indonesia : Kota Cerbon Kota Cerbon, kota nan di tepi laut Tapal Batas, Jawa Tengah Jawa Barat Mumpung Hidup, sebelum maut menjemput Perbanyaklah, puji syukur 'tuk akhirat
Kota Cerbon, tempat berkumpulnya para wali Yang telah, bersemayam di Gunung Jati Mumpung muda, carilah ilmu hakiki Agama, Islam wajiblah kau anuti
Dua bait syair di atas dicuplik dari sebuah lagu Cerbonan yang berjudul "Kota Cerbon", karya Mamae Titin alias Askandi Sastra Suganda, yang cukup populer pada era 60-an.
SEMARAK “GANJENE CERBON JILID II” Tahun 2009
Aura sibuk mulai terlihat dibeberapa sudut Kota Cirebon beberapa hari terakhir ini, nampaknya ada sesuatu yang besar yang akan dihadapi dalam beberapa hari kedepan. Instansi-instansi pemerintahan mulai ramai dengan persiapan-persiapan dekorasi kantor, beberapa kelompok seniman sibuk berlatih gerak dan tari, sekelompok masyarakat ramai mendekor ulang gapura blok kampungnya, perusahaan-perusahaan yang berkantor disisi jalan-jalan protokoler seperti jalan Siliwangi juga nampak sibuk menghias ulang kantornya, siswa-siswi di beberapa sekolah nampak juga sedang sibuk berlatih matching band, modern dance, tari topeng, gamelan renteng . Apa gerangan yang akan terjadi di Kota Cirebon ini?
Dititen-titeni, ternyata masyarakat Kota Cirebon siweg sibuk sedanten nyiapaken HUT Cirebon kang kaping 640. “Laaa, wis ganti taun maning tah, kaya kuh nembe wingi nyakseni Ulang Taun Cerbon kuh, skiyen wis arep Ulang Taun maning kang kaping 640”. Benar memang, jika dirasa-rasa memang seperti baru kemarin kita menyaksikan semarak perayaan HUT Kota Cirebon ke 639 dengan even akbar GANJENE CERBON JILID I. Ternyata tanpa disadari, beberapa hari ke depan kita akan kembali bertemu dengan tanggal 1 Muharam, pertanda Hari Ulang Tahun Cirebon akan dirayakan kembali dan berbagai seni budaya tradisional Cirebon serta ider-ideran bakal bisa disaksikan kembali dalam even GANJENE CERBON JILID II.
Kota Cirebon juga terkenal dengan julukan "Kota Wali". Hal ini dikarenakan pada abad XV-XVI kota Cirebon menjadi tempat berkumpulnya para wali, terutama kelompok Wali Sanga atau Wali Sembilan yang bertugas menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Sejarah mengatakan, bahwa Kota Cirebon berkembang mulai dalam bentuk pedukuhan. Pedukuhan tersebut (konon) didirikan pada 1 Sura 1204 S atau 1 Muharam 792 H, oleh putra sulung Prabu Siliwangi yang bernama Kian Santang (bergelar Pangeran Walangsungsang Cakrabuana atau Mbah Kuwu Cirebon Ki Somadullah) dalam waktu hanya satu hari satu malam. Pendirian atau pembentukan dukuh tersebut dibantu oleh adiknya, Rara Santang; istrinya, Nyai Indang Geulis dan seorang lelaki tua yang misterius, bernama Ki Gede Pangalangalang (yang kemudian diangkat menjadi kuwu dukuh Lemahwungkuk atau Kuwu Cirebon I), dengan menggunakan golok cabang, sebagai satu-satunya alat babad hutan.
Semula pedukuhan tersebut bernama dukuh LemahWungkuk, (berarti tanah yang menggunduk). Oleh karena terkenal dengan makanannya yang terbuat dari rebon (jenis udang berukuran kecil), lambat laun dukuh tersebut berubah menjadi dukuh Cirebon (Ci berarti air dan rebon adalah nama jenis udang berukuran kecil). Dalam perkembangannya, dukuh Cirebon berubah menjadi Bandar Cirebon, karena Pelabuhan yang ada telah menjadi pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di dukuh Cirebon. Sampai sekarang Kota Cirebon dijuluki sebagai Kota Udang.
Beberapa peristilahan (berkaitan dengan nama Cirebon) yang sempat tercatat pada manuskrip lama dan arsip daerah maupun arsip nasional, sejak berdirinya hingga sekarang adalah : Dukuh Lemahwungkuk, Dukuh Cirebon, Dukuh Carbon, Bandar Cirebon, Nagari Caruban atau Caruban Nagari, Algemeinte op Cheribon, Kota Swapraja Cirebon, Kotapraja Cirebon, Kotamadya Cirebon dan terakhir adalah Kota Cirebon.
LETAK GEOGRAFIS
Kota Cirebon terletak pada bentangan 06°69'77"-06°77'56" LS dan 108°52'55"-108°58'92"BT, dengan posisi strategis berada pada jalur pantai utara (Pantura) Jawa Barat paling Timur, yang paruh lingkarannya dibatasi oleh wilayah kabupaten Cirebon. Sebagai Daerah dataran rendah yang berbatasan dengan alam pegunungan, kota Cirebon memiliki ketinggian bervariasi antara 0 - 200 meter dari permukaan laut, dengan kelembaban + 48.93% dan Curah hujan + 2.260 mm/tahun. Sedangkan temperatur yang terjadi juga cukup fluktuatif antara 27°C - 38°C dengan suhu terendah terjadi antara bulan Januari - Maret dan tertinggi sekitar bulan Juni - Agustus.
Kota Cirebon merupakan salah satu kota terkecil di Jawa Barat dengan luas wilayah +3.735,82 hektar atau +37,36 Km2. Kota ini terdiri atas 5 Kecamatan dan 22 Kelurahan. sedangkan batas-batas wilayahnya adalah : Sebelah Utara dibatasi banjir kanal sungai Kemlaka; sebelah Barat Laut sampai Barat di batasi oleh sungai Sigaran, saluran sekunder irigasi Cideng dan sungai Kalikoa; sebelah Barat Daya hingga Selatan dibatasi oleh sungai Grenjeng, sungai Kalulunyu, alam pegunungan Cadas Ngampar, alam pegunungan Lebakngok dan sungai Kalijaga; sebelah Timur berhadapan langsung dengan laut jawa, khususnya teluk Cirebon
Assalamu'alaikum..
Permisi...
saya eka sekretaris dari CV. inteXdesign Consultant Engineering....jik a berkenan ingin mencoba bekerja sama dengan Dinas yang Bpk./Ibu pimpin...terimakas ih..